Komisi A DPRD Kota Batu Malang Kunjungi Desa Paringan, Pelajari Pengembangan BUMDes Paringan Terkait Air Minum “BALI”

Foto : Komisi A DPRD Kota Batu Malang Kunjungi Desa Paringan, Pelajari Pengembangan BUMDes Paringan Terkait Air Minum “BALI”, Selasa (26/5/2026). 

PONOROGO I Desa Paringan.id – Sebanyak 13 anggota dari Komisi A DPRD Kota Batu Malang, Provinsi Jawa Timur melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Desa Paringan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Selasa (26/5/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka studi banding terkait pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Paringan Madu yang dinilai berhasil memberdayakan masyarakat melalui beberapa usaha, salah satunya usaha air minum kemasan “Banyu Mili” atau BALI.

Rombongan Komisi A DPRD Kota Batu Malang disambut langsung oleh Kepala Desa Paringan, KRA. Suwendi, SH.,MSi bersama perangkat desa serta pengurus BUMDes Paringan Madu di Joglo Balai Kesenian Desa Paringan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ponorogo, staf Kecamatan Jenangan, pengurus BUMDes Paringan Madu, serta para pelaku UMKM Desa Paringan.

Kegiatan diawali dengan diskusi bersama terkait pengelolaan dan pengembangan BUMDes. Dalam forum tersebut, Pemerintah Desa Paringan memaparkan proses pengembangan usaha desa, mulai dari pemberdayaan masyarakat, penguatan UMKM, hingga pengelolaan usaha air minum kemasan BALI yang kini menjadi salah satu produk unggulan desa.

Kepala Desa Paringan, KRA. Suwendi, SH.,MSi menjelaskan bahwa keberhasilan BUMDes tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat dan pengelolaan usaha yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

“BUMDes bukan hanya soal usaha desa, tetapi bagaimana keberadaannya mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Usai diskusi, rombongan Komisi A DPRD Kota Batu Malang melanjutkan kunjungan ke lokasi pabrik air minum kemasan BALI milik BUMDes Paringan Madu untuk melihat secara langsung proses produksi dan pengelolaan usaha.

Dalam kunjungan tersebut, para anggota dewan juga berdialog dengan pengurus BUMDes mengenai tantangan pengembangan usaha desa, strategi pemasaran produk, hingga pemberdayaan tenaga kerja lokal.

Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi sarana bertukar pengalaman dan wawasan antar daerah dalam mengembangkan potensi desa melalui BUMDes yang berbasis pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal.

  • Reporter : Media Center. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *