Terkumpul Rp35 Juta, Peringati 10 Muharam, Pemdes Paringan Santuni Anak Yatim dan Duafa

Foto : Terkumpul Rp35 Juta, Peringati 10 Muharam, Pemdes Paringan Santuni Anak Yatim dan Duafa, Sabtu (16/6/2026). 

PONOROGO I desaparingan.id – Dalam rangka memperingati 10 Muharam 1448 Hijriah, Pemerintah Desa Paringan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, menggelar kegiatan bakti sosial berupa santunan kepada anak yatim dan kaum duafa. Kegiatan yang berlangsung penuh kebersamaan dan kepedulian sosial tersebut menjadi agenda rutin tahunan yang selalu dilaksanakan setiap bulan Muharam.

Santunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Paringan bersama masyarakat serta sejumlah donatur ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yatim dan warga kurang mampu yang membutuhkan perhatian dan bantuan.

Pada kegiatan tahun ini, sebanyak 17 anak yatim dan 16 warga duafa menerima santunan secara langsung. Bantuan tersebut berasal dari dana spontanitas masyarakat yang berhasil dihimpun melalui gotong royong seluruh elemen desa.

Total dana yang terkumpul dalam kegiatan santunan tersebut mencapai Rp35.120.000. Seluruh dana yang berhasil dihimpun kemudian disalurkan langsung kepada para penerima manfaat sebagai bentuk kepedulian dan berbagi kebahagiaan pada momentum 10 Muharam yang dikenal sebagai Hari Asyura.

Kepala Desa Paringan, K.R.A. Suwendi Wijoyonagoro, S.H., M.Si, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Paringan yang telah memberikan dukungan serta partisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Desa Paringan yang telah mendukung dan mensupport kegiatan santunan hari ini. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan membawa keberkahan bagi seluruh warga Desa Paringan, khususnya bagi anak-anak yatim dan kaum duafa,” ujarnya, Sabtu (26/6/2026).

Menurut K.R.A. Suwendi, kegiatan santunan ini telah menjadi tradisi sosial yang rutin dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharam. Kegiatan tersebut dapat terus berjalan berkat semangat gotong royong masyarakat, dukungan seluruh lembaga desa, para tokoh masyarakat, serta para donatur yang dengan ikhlas menyisihkan sebagian rezekinya.

Ia menambahkan bahwa momentum 10 Muharam menjadi pengingat pentingnya menumbuhkan rasa kepedulian sosial, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan solidaritas di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang memberikan bantuan materi, tetapi juga bentuk kepedulian dan perhatian kepada mereka yang membutuhkan. Semangat gotong royong dan kebersamaan inilah yang terus kami jaga di Desa Paringan,” tambahnya.

Suasana haru dan kebersamaan terlihat selama pelaksanaan santunan. Para penerima bantuan tampak bersyukur dan bahagia menerima perhatian dari masyarakat dan pemerintah desa. Kehadiran para perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga yang turut berpartisipasi semakin memperkuat nilai kebersamaan yang telah menjadi budaya masyarakat Desa Paringan.

Peringatan 10 Muharam atau Hari Asyura sendiri memiliki makna yang sangat penting dalam tradisi Islam. Selain menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah dan introspeksi diri, bulan Muharam juga identik dengan kegiatan sosial dan kepedulian terhadap anak yatim serta kaum duafa.

Melalui kegiatan santunan ini, Pemerintah Desa Paringan berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Tradisi gotong royong yang telah terbangun selama ini diharapkan mampu menjadi kekuatan bersama dalam mewujudkan kesejahteraan dan kebersamaan warga desa.

Dengan dukungan seluruh masyarakat dan para donatur, kegiatan santunan 10 Muharam di Desa Paringan diharapkan dapat terus berlangsung secara berkelanjutan sebagai bentuk pengabdian sosial dan kepedulian terhadap sesama.

Perlu di ketahui bahwa kegiatan pengajian dan santunan anak yatim dan Duafa kali ini menghadirkan penceramah, KH. Abdurrahman, M. Pdi  Ponorogo.

  • Reporter : Media Center. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *