Ribuan Jamaah Padati Sholawat Ahad Pon Majelis Biajmala Dzikro di Paringan

Foto : Ribuan Jamaah Padati Sholawat Ahad Pon Majelis Biajmala Dzikro di Paringan, Minggu (19/9/2026). 

PONOROGO I desaparingan.id – Ribuan jamaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Ponorogo memadati Joglo Balai Kesenian Agung Sari, Desa Paringan, Kecamatan Jenangan, dalam kegiatan rutin Sholawat Ahad Pon Majelis Biajmala Dzikro yang kali ini digelar secara khusus dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.n

Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung dalam suasana penuh khidmat sekaligus meriah. Jamaah datang dari berbagai wilayah untuk bersama-sama mengikuti rangkaian pengajian, sholawatan, serta memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Hadir dalam kegiatan tersebut Gus Ulil Albab dan Gus Rabit. Kehadiran keduanya turut memberikan nuansa spiritual dalam rangkaian kegiatan yang diikuti ribuan jamaah tersebut.

Selain jamaah umum, kegiatan juga dihadiri Kepala Desa Paringan KRA. Suwendi Wijoyokusumo, S.H., M.Si., jajaran perangkat Desa Paringan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Paringan, seluruh ketua takmir masjid dan mushola se-Desa Paringan, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Paringan beserta badan otonom (Banom), serta sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

Momentum Memperkuat Kecintaan kepada Rasulullah:

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW melalui kegiatan Sholawat Ahad Pon tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kecintaan umat kepada Rasulullah SAW.

Lantunan sholawat yang menggema di Joglo Balai Kesenian Agung Sari menjadi bagian utama kegiatan. Ribuan jamaah mengikuti acara dengan penuh antusias, menciptakan suasana religius yang terasa sejak rangkaian kegiatan dimulai.

Tradisi sholawatan yang dilaksanakan secara rutin tersebut juga menjadi ruang berkumpul bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk bersama-sama memperbanyak sholawat dan mengambil hikmah dari keteladanan Nabi Muhammad SAW.

Peringatan Maulid Nabi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai momentum untuk menguatkan nilai-nilai akhlak, persaudaraan, kepedulian sosial, serta semangat membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

Doorprize Semarakkan Acara:

Yang menarik, kegiatan Sholawat Ahad Pon kali ini juga dimeriahkan dengan pembagian berbagai macam doorprize kepada jamaah.
Beragam hadiah disiapkan panitia, mulai dari setrika listrik, kipas angin, kompor gas, hingga berbagai hadiah lainnya.

Tidak berhenti di situ, panitia juga menyediakan hadiah utama berupa tiga ekor kambing yang semakin menambah antusiasme jamaah mengikuti rangkaian acara.

Pembagian doorprize tersebut berlangsung sebagai bagian dari kemeriahan acara, sekaligus bentuk apresiasi dan kebersamaan kepada para jamaah yang hadir.

Suasana semakin semarak ketika nama-nama penerima hadiah diumumkan. Jamaah tampak antusias mengikuti pengundian hingga hadiah utama berupa tiga ekor kambing.

Didukung Tokoh Agama dan Pemerintahan Desa:

Kehadiran unsur pemerintahan desa, NU, takmir masjid dan mushola, serta tokoh agama menunjukkan adanya kebersamaan dalam mendukung kegiatan keagamaan masyarakat Desa Paringan. Kepala Desa Paringan KRA. Suwendi Wijoyokusumo, S.H., M.Si., menjadi salah satu tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran pemerintah desa sekaligus menunjukkan dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah desa, tokoh agama, pengurus masjid dan mushola, NU beserta Banom, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan keagamaan dan tradisi sholawatan di wilayah Desa Paringan.

Kegiatan Sholawat Ahad Pon Majelis Bjajmala Dzikro tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga terus berkembang sebagai wadah silaturahmi dan penguatan nilai-nilai keagamaan masyarakat.

Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, jamaah diajak untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah, memperkuat persaudaraan, serta menjaga kerukunan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan suasana penuh kebersamaan. Ribuan jamaah yang hadir kemudian meninggalkan lokasi dengan membawa pengalaman spiritual sekaligus semangat untuk terus menjaga tradisi sholawat dan kegiatan keagamaan di lingkungan masing-masing.

  • Reporter : Media Center. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *